• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Minggu, 01 Oktober 2017

Robot Method-2 Ini Menjadi Bukti Robot Mech dalam Game dan Cerita Fiksi Ilmiah Menjadi Kenyataan!

Anda suka bermain game Mechwarrior? Atau lagi asik main game Titanfall? Game-game tersebut mengambil konsep pertempuran menggunakan robot-robot raksasa yang bisa dikendarai oleh manusia. Konsep robot semacam ini ini juga muncul pada cerita serta sejumlah film fiksi ilmiah seperti Aliens dan robot-robot semacam itu selama ini hanya kita bisa mainkan di game atau kita tonton dalam film di layar bioskop maupun televisi. Ternyata Robot semacam MechWarrior ini bisa dikatakan sudah menjadi kenyataan di mana salah satu konglomerat teknologi pendiri dan CEO Amazon Jeff Bezos pun sudah merasakan mengendarai dan berada dalam robot Method 2 ini pada acara MARS (Machine-learning, home Automation, Robotics and Space exploration) sebuah acara dari Amazon yang diperuntukkan hanya untuk undangan terbatas di bulan Maret 2017. Bahkan si Jeff Bezos pun antusias dalam mencoba robot ini dan mentweetnya 



 Kalau tidak percaya coba lihat saja foto berikut yang kami ambil dari twit beliau. Jeff Bezos berada dalam Robot Method-2 (kredit Twitter @jeffbezos)   Robot ini memiliki ketinggian 4 meter dan ruangan kokpit di dalamnya hanya cukup untuk dikendarai untuk 1 orang saja, sedangkan berat robot ini adalah 1.6 ton. Tangan pilot terhubung dengan pengungkit mekanis yang menyampaikan gerakan pilot ke tangan raksasa dari robot. Kisah pembuatan robot ini bermula dari permintaan CEO Hankook Mirae Technology bernama Jin-Ho Yang yang menghubungi desainer industri Vitaly Bulgarov. Perlu diketahui bahwa Bulgarov ini sudah bekerja dalam banyak film dan game, membuat desain dan karakter untuk RoboCop, Transformer serta World of Warcraft. Kredit: Hankook Mirae Technology (sumber: cnn.com) Sang CEO Mirae tersebut meminta Bulgarov untuk membuat sesuatu yang hanya ada di film dan komik dan perusahaannya Hankook Mirae merupakan perusahaan dari Korea Selatan yang memiliki spesialisasi dalam membuat robot yang bisa bekerja dalam kondisi ekstrim dan berbahaya di mana manusia tidak bisa memasukinya.

Komponen Robot Method-2 (Kredit: christoffer rudquist, sumber wired.com) Yang mengatakan robot ini diperkirakan akan siap dijual pada akhir tahun 2017 dengan perkiraan harga USD 8.3 juta atau sekitar 110 miliar rupiah . Anda bisa melihat video demo robot Method 2 ini beraksi dari channel perusahan Mirae berikut: Bagusnya robot ini didesain dan dibuat bukan untuk bertempur, tapi untuk membantu manusia … tapi kalau Anda membayangkan masa depan memang ada kemungkinan penggunaan robot semacam ini untuk keperluan militer dan akhirnya game semacam Mechwarrior, TitanFall atau film peperangan robot raksasa benar-benar menjadi kenyataan … Semoga saja hal itu tidak terjadi ya. TWITTER FACEBOOK 


Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/robot-method-2-buatan-korea-selatan-menjadi-bukti-robot-mech-dalam-game-dan-cerita-fiksi-ilmiah-menjadi-kenyataan/

Google dan OpenAI Bekerjasama Untuk Mencegah Robot Berontak Di Masa Depan

Bicara soal robot yang dibekali dengan kecerdasan buatan, tentu ada sedikit ketakutan kita bagaimana AI memiliki potensi untuk menyebabkan robot di masa mendatang melakukan pemberontakan. Mungkin ini terlihat seperti di film, namun dalam beberapa kasus kecerdasan buatan dapat mengalahkan kita dalam game, yang pada dasarnya dibuat dengan AI. Getty Images/iStockphoto Sementara tidak ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan, hal terbaik adalah mencegah daripada mengobati, dan itulah yang coba dilakukan oleh Google dan OpenAI. 


Seperti yang dilaporkan Engadget, kedua perusahaan ini telah merilis sebuah artikel penelitian, dimana mereka telah mengemukakan metode pembelajaran mesin baru yang memerlukan isyarat dari manusia, sebagai lawan untuk membiarkan mereka berpikir sendiri yang terkadang dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan. Misalnya artikel tersebut menguraikan bagaimana salah satu masalah utama yang terlibat dalam AI adalah ketika mengetahui bahwa kecurangan terkadang bisa menjadi cara yang paling efisien untuk mencapai reward maksimum, itulah yang terjadi ketika OpenAI mencoba membuat AI bermain game, di mana AI ditipu dengan mencetak poin dengan berkeliling di seputar lawan untuk menyelesaikan permainan. Jadi dengan menggunakan isyarat reward dari manusia, berlawanan dengan sistem reward otomatis selama tujuan tercapai, masa depan AI akhirnya bisa sampai pada titik di mana ia dapat berperilaku dengan cara yang sesuai dengan tujuan sambil memuaskan preferensi kita sebagai manusia. Namun ada kelemahan dari metode ini, yakni bahwa hal itu memerlukan banyak feedback dari manusia yang mungkin belum ideal atau efisien.

Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/google-dan-openai-bekerjasama-untuk-mencegah-robot-berontak-di-masa-depan/

Apple Watch Series 3 Telah Diumumkan dengan Dukungan Seluler LTE

icara soal perangkat Wearable nomor satu di dunia, pastinya Apple Watch menempati posisi teratas karena menurut surver 97% pengguna Apple Watch puas dengan kinerja wearable tersebut.


Meski Apple Watch seri terdahulu begitu sukses di pasaran, namun kini Apple telah merilis Apple Watch Series 3 yang tentunya hadir dengan berbagai peningkatan. Fitur baru yang menjadi perbedaan paling terasa adalah hadirnya dukungan konektivitas seluler pada smartwatch ini dengan memanfaatkan eSIM. 



Ini akan berbagi nomor telepon dengan iPhone milik pengguna, dimana pengguna tetap bisa menerima telepon meski mereka meninggalkan perangkat iPhone di rumah. Uniknya, layar pada smartwatch ini bertugas sebagai antena untuk 4G LTE dan 3G. Apple Watch Series 3 ini dibekali dengan chip baru W2 yang meningkatkan kinerja WiFi hingga 85% lebih baik dengan penggunaan daya yang jauh lebih rendah. Smartwatch ini juga mampu melakukan streaming Apple Music dimana saja setiap saat. Untuk prosesornya sendiri sudah dual-core yang menawarkan performa 70% lebih cepat dari generasi sebelumnya. Namun smartwatch ini hadir dalam berbagai varian, dimana tidak semua model memiliki dukungan seluler. Untuk model terendah tanpa dukungan seluler dibanderol seharga $329 atau setara dengan Rp4,3 jutaan. Sedangkan untuk model dengan dukungan seluler dibanderol $399 atau setara dengan Rp5,2 jutaan. Pre-order smartwatch ini akan dimulai pada tanggal 15 September dan tersedia di pasaran mulai 22 September.


Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/apple-watch-series-3-telah-diumumkan-dengan-dukungan-seluler-lte/

TEAMOSA Bisa Seduh Secangkir Teh yang Sempurna Dengan Teknik Ekstraksi Utlrasonic

Bagi orang awam, membuat teh dianggap merupakan hal yang mudah karena tidak sulit untuk melakukannya. Namun ternyata membuat teh tidak hanya menyeduh daun teh dengan air panas saja, karena bagi penikmat teh, berbagai jenis teh bisa diseduh dengan cara yang berbeda untuk mengekstrak rasa terbaik dari teh itu sendiri. 


Selain itu, perlu diketahui bahwa air mendidih belum tentu merupakan suhu terbaik untuk menyeduh teh karena hal tersebut dapat membuat rasa teh menjadi kepahitan. Bagi para peminum teh biasa, tentu hal ini mungkin terdengar terlalu merepotkan, tapi di Kickstarter ada pembuat teh yang bernama TEAMOSA, dimana alat tersebut telah diluncurkan yang diklaim mampu menyeduh secangkir sempurna dengan menggunakan teknik ekstraksi utlrasonic. Video Player Error loading this resource 00:0000:00 Seperti yang tercantum dalam deskripsi, “TEAMOSA telah menerapkan ekstraksi ultrasonik bisa menghasilkan antioksidan yang lebih tinggi pada suhu 149° F (65° C), dibandingkan dengan 185° F (85° C), yang pada gilirannya akan meningkatkan manfaat terhadap kesehatan Anda.” Perangkat ini akan bekerja dengan daun teh siap seduh atau kapsul TEAMOSA, dan pengguna dapat memilih berbagai jenis teh yang mereka inginkan untuk pembuatan bir sehingga TEAMOSA dapat mengetahui suhu mana yang baik untuk digunakan. Dengan kata lain, TEAMOSA merupakan alat yang mirip dengan Nespresso. Jadi, bagi Anda pecinta teh tampaknya TEAMOSA merupakan alat yang cukup menarik untuk dimiliki, karena alat ini dapat membuat teh dengan tingkat yang lebih tinggi. Untuk saat ini, proyek TEAMOSA masih berjalan di situs Kickstarter.

Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/teamosa-bisa-seduh-secangkir-teh-yang-sempurna-dengan-teknik-ekstraksi-utlrasonic/

Dell Visor Windows Mixed Reality Headset Sekarang Sudah Bisa Di Pre-Order

Tergabung bersama Lenovo, Acer dan HP, sebagai mitra Microsoft yang diprioritaskan untuk memproduksi Windows Mixed Reality Headset, Dell tampaknya telah menepati komitmennya dengan baru saja menghadirkan produk Windows Mixed Reality Headset unggulan terbarunya yaitu Dell Visor. 

Hadir dengan desain ergonomis yang superior, fitur kenyamanan pertama, dan skema warna putih yang menjadi andalannya, tentunya memberikan perbedaan tersendiri bagi Dell Visor dibanding para model pesaing lainnya saat ini. Berkat keseimbangan bobotnya, membuat Dell Visor dapat lebih nyaman disematkan pada kepala menggunakan ikat kepala yang dapat disesuaikan dengan bantalan wajah premium yang ada. Dell Visor menjanjikan tampilan 360 derajat dengan layar resolusi 1440×1440 piksel (2,89 inci) untuk setiap mata dan refresh rate 90Hz. Sedangkan kontroler Dell Visor memungkinkan gerakan halus pada konten VR dan memberi pemakainya umpan balik yang benar (real time).


Visor memiliki sepasang kamera eksternal B&W yang terpasang untuk melihat ruangan di sekitar Anda dan manajemen kabel yang teratur agar tidak mengganggu saat digunakan. Mengatur headset agar sesuai dengan pengguna dilakukan dengan thumbwheel yang sesuai dengan ukuran kepala. Pilihan konektivitas termasuk HDMI 2.0 dan USB 3.0 bersama dengan port audio 3.5mm. Teknologi tracking di dalam Visor adalah 6DoF, yang didasarkan pada giroskop, accelerometer, dan magnetometer. Dell Visor kompatibel dengan sejumlah PC termasuk laptop Inspiron 15 7000 Gaming dan pc desktop Inspiron Gaming. Jika Anda berencana memasangkan Dell Visor Anda dengan sebuah PC yang ada, Dell merekomendasikan laptop atau desktop yang memenuhi spesifikasi Mixed Reality Ultra PC. Dell juga akan menawarkan paket termasuk Visor, controllers, dan laptop Inspiron 15 7000 Gaming dengan grafis NVIDIA 1050ti seharga $ 1249 jika Anda kekurangan PC yang akan menjalankan headset campuran seperti Dell Visor. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai semua itu, berkunjunglah ke halaman pre-order Dell Visor. 


Meskipun belum resmi dipasarkan, headset dan kontroler unggulan Dell terbaru ini kabarnya sudah bisa dipesan (pre-order) masing-masing seharga $ 349,99 (± 4,6 jutaan rupiah) untuk headset dan $ 99,99 (± 1,3 jutaan rupiah) untuk kontroler. Sedangkan bundel dengan kit Dell Visor dan kontroler akan ditawarkan seharga $ 449,99 (± 5,9 jutaan rupiah). Bundel ini akan serentak ditawarkan di toko online resmi Dell, Microsoft, dan Best Buy saat diluncurkan pada bulan Oktober mendatang. Dan bagi yang khusus memesan Dell Visor saat ini, maka akan dikirimkan pada tanggal 17 Oktober yang akan datang


Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/dell-visor-windows-mixed-reality-headset-sekarang-sudah-bisa-di-pre-order/

Huawei Umumkan Modul EnVizion 360 Camera Untuk Smartphone

Sebagai brand smartphone nomor satu di Tiongkok dan nomor tiga di seluruh dunia, sudah sewajarnya Huawei memperluas jajaran produk untuk berbagai kategori. Baru-baru ini perusahaan asal Tiongkok tersebut memperkenalkan modul kamera baru di Hungaria.
Cabang perusahaan Huawei untuk Hungaria baru saja meluncurkan Huawei EnVizion 360 Camera yang merupakan modul add-on yang dapat dihubungkan langsung dengan smartphone Anda. Jadi, modul kamera ini hanya bisa bekerja jika dipasangkan pada smartphone, karena modul ini tidak dapat bekerja secara terpisah. Untuk dapat menggunakan modul ini, tentu smartphone milik Anda harus menggunakan port USB Type-C

Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/huawei-umumkan-modul-envizion-360-camera-untuk-smartphone/

Lenovo ThinkSmart Hub 500 Untuk Meningkatkan Kolaborasi Ruang Pertemuan

Melalui ajang konferensi Microsoft Ignite 2017, Lenovo kabarnya baru saja sukses memperkenalkan ThinkSmart Hub 500 yang baru untuk mempermudah pengguna bisnis yang ingin mengkolaborasikannya via Skype.
ll-in-one (AIO) Skype Room System terbaru besutan Lenovo yang dijalankan pada Windows 10 IoT Enterprise ini memiliki kemampuan untuk menghubungkan kolaborator jarak jauh dan lokal ke pertemuan Skype for Business, tanpa harus pusing-pusing memikirkan berbagi layar laptop pribadi dan juga bermain-main dengan kabel. Menurut Christian Teismann yang saat ini menjabat sebagai senior vice president and general manager, Commercial Business Segment, Lenovo PCSD, seiring transformasi sistem kerja yang ada perlu disediakan sebuah alat yang memungkinkan efisiensi dan produktivitas tetap terjaga meski saling berjauhan. Salah satu kebutuhan yang harus dirubah adalah bagaimana sebuah pertemuan (meeting) dapat dilakukan dengan lancar dan efektif tanpa harus membuang waktu, tenaga dan juga banyak biaya tentunya. Oleh karena itulah, Lenovo dengan bangga menghadirkan ThinkSmart Hub 500 terbaru yang diharapkan dapat membantu memecahkan permasalah yang dihadapi para pebisnis tersebut
Selain dilengkapi layar sentuh 11,6 inci yang dapat diputar 360 derajat penuh, Lenovo ThinkSmart Hub 500 ini juga dilengkapi dengan mikrofon array 360 derajat untuk menghilangkan keharusan berdiri di sweet spot untuk komunikasi yang jelas, dan kualitas suara Dolby Audio Premium. Ditujukan untuk kalangan pebisnis, AIO terbaru besutan Lenovo ini adalah satu dari sekian banyak perangkat yang membuat konferensi video menjadi lebih mudah dan fungsional. Para konsumen sekarang memiliki berbagai solusi untuk dipilih pada berbagai titik harga mulai dari AIO seperti ThinkUmart Hub 500 dan kamera MeetUp Logitiech, hingga perangkat yang lebih mahal seperti Microsoft Surface Hub dan Jamboard yang bersaing dari Google. 92 persen bisnis merencanakan Workplace Transformation Initiatives (WTI) untuk membangun konsep smart office (kantor cerdas) yang akan meningkatkan pengalaman kolaborasi. Dan Lenovo ThinkSmart Hub 500 dihadirkan sebagai salah satu cara untuk memasuki pertumbuhan eksponensial dari keberadaan smart office itu sendiri. Lenovo tampaknya akan merealisasikan program percontohan dengan ThinkSmart Hub 500 pada akhir tahun ini meskipun baru akan tersedia pada kuartal pertama tahun 2018 yang akan datang.